Friday, December 30, 2011

Semeru, Benarkah Ini Pembuktian Diriku?

Catatan: Maaf, saya mungkin tidak akan membuat catatan perjalanan yang begitu lengkap. Saya rasa, kalau mencari catatan perjalanan yang lengkap beserta itinerary dan rincian biaya dapat dicari di Google dan ada banyak sekali blog yang jauh lebih informatif. Di sini saya hanya akan menceritakan perasaan dan pengalaman saya saja, untuk memotivasi teman-teman sekalian. Dan memotivasi saya sendiri.

Saya adalah seorang yang sebegitu tidak tahannya dingin, punya otot paha yang lemah, dan stamina yang begitu jelek, ketika menulis ini saya sedang berada di atas kasur empuk berselimutkan selimut bau khas nan hangat, kadang masih tidak percaya kemarin masih menggigil kedinginan kena terpaan angin di Semeru. Apa jadinya saya bersama 8 orang anak Teknik Industri ITB 2008 (Akmal, Dimas, Fakhry, Topik, Fajrin, Irvan, Ajeng, saya) dan 1 bocah Bogor (Rifqi) dalam Ekspedisi Mahameru akhir tahun ini?

Saya sedang berdiri membeku di tepi Ranu Kumbolo sementara para pria mendirikan tenda, menyadari bahwa jas hujan celana saya sudah robek di berbagai tempat, mengakibatkan celana pun basah-basah juga akhirnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 dan kami sedang bersegera menyiapkan tenda dan makanan agar bisa segera istirahat. Kami telah menempuh 6 jam jalan kaki dari Ranu Pani melewati jalur Watu Rejeng untuk mencapai Ranu Kumbolo. Saat mencapai Pos 2, langit sudah gelap menyebabkan kami harus mengeluarkan senter dan berjalan ekstra hati-hati agar tidak celaka. Cobaan mental pertama bagi saya adalah ketika mencapai Pos 4. Lampu-lampu dari tenda di pinggir Ranu Kumbolo sudah berkedip-kedip memanggil, ah rasanya hanya segapaian tangan. Tapi ternyata kami tetap harus mengambil jalan memutar berupa turunan licin untuk mencapai pos Ranu Kumbolo. Berkali-kali wajah saya tertampar daun dan ditusuk tetesan hujan, tapi saya tidak peduli. Kami nyaris berlari melihat bangunan pos Ranu Kumbolo dan segera mencari spot kosong untuk mendirikan tenda. Malam itu saya dan Ajeng masih gagal memasak 1.5 kg beras menjadi nasi kering. Akhirnya kami makan malam dengan roti, mie, dan sarden, plus kopi dan STMJ panas. Kasihan sekali pacar saya, Fakhry, yang mengurung diri dalam sleeping bag karena kedinginan akibat baju yang dikenakannya basah oleh keringat. Kami membiarkannya menghangatkan diri dulu sambil minum Tolak Angin. Dia tak mau dipaksa makan karena takut muntah.

Sepanjang malam saya tidak bisa tidur, hanya berguling-guling saja dalam sleeping bag. Antara kedinginan atau karena suara para pendaki lain yang riuh mengobrol di tenda-tenda mereka. Yang jelas saya memberanikan diri keluar tenda pukul 05.35 keesokan harinya masih dalam pakaian tidur lengkap (1 kaos thermal, 3 lapis kaos, 1 flanel, 1 jaket, 1 celana thermal, 1 celana, syal, kupluk, 2 lapis sarung tangan, kaos kaki tebal, dan kaos kaki wol) dan menyaksikan pemandangan mistis di depan pintu tenda: tenda berada 2 meter dari tepi danau sementara kabut nan putih menggantung misterius di atas danau. Aktivitas sudah mulai ramai di sekitar danau. Wudhu, mencuci peralatan makan, atau sekedar mengobrol menghangatkan diri. Saya dan Akmal pun mulai bersiap-siap memasak sarapan. Saya berniat memasak Orak-arik Kornet. Berikut resepnya:

Orak-arik Kornet

1 kaleng kornet
4 butir telur
1/2 buah bawang bombay, cincang
1 sendok makan mentega
Worchestershire Sauce (kecap Inggris) secukupnya
Lada secukupnya

Cara membuat:
1. Tumis bawang bombay dengan mentega hingga layu dan harum.
2. Masukkan kornet, masak hingga kecoklatan
3. Pecahkan 1 buah telur, aduk hingga merata.
4. Bumbui dengan kecap inggris dan lada. Masak hingga kecoklatan.
5. Buat scramble egg dengan sisa 3 butir telur
6. Campur scramble egg dengan kornet.
7. Hidangkan bersama kawan tercinta.

Pukul 07.00 kabut sudah mulai naik, menyajikan pemandangan Ranu Kumbolo yang spektakuler. Pemandangan berupa 2 buah bukit dan langit biru tercermin sempurna di permukaan danau yang jernih. Saya pun meninggalkan 'pakaian manja' saya dan mengenakan 1 lapis kaos tipis dan celana kargo karena hawa mulai menghangat. Lalu saya memberanikan diri menggulung celana hingga paha dan mencelup kaki ke danau untuk mengambil air dan mencuci peralatan makan. Awalnya dinginnya menusuk hingga ke tulang, membuatku menjerit. Akhirnya lama-lama saya menikmati kesegaran airnya dan bolak balik masuk air untuk mencuci dan minum. Di pinggir danau pun penuh orang-orang yang memancing padahal saya belum melihat ikan satupun.

Sunday, November 27, 2011

Cruising Songs

What's a cruising song? By my 'silly definition' it means song that I enjoy listen while in a car, or shuttle transport, or bus, or train (yes, land transportation) sitting by the window, watching beautiful sceneries flashing by. Sounds melancholy? Yeah, kind of. Most songs in this lists are accoustic-guitar-based.

You know what? You could also name this list 'Backyard Song' to listen while sun-bathing in your own backyard with sunglasses on. Or 'Roof Top Song'. Whatever. Any situation that makes you drown in your own thoughts while being in the great outdoor.

Too much chit-chat, so here's the list:

1. Coffee - Copeland
2. Great Romantic - Tunde Bayou
3. Always - Panic! At The Disco
4. Sleep with Butterfly - Tori Amos
5. Say - John Mayer
6. Pilihanku - Maliq n D'Essentials
7. 3 Hari tuk Selamanya - Float
8. From Where You Are - Lifehouse
9. Passing The Hours - Tunde Bayou
10. Don't You Worry 'bout The Thing - John Legend
11. Rollerblades - Eliza Doolittle
12. Bubbly - Colbie Caillat
13. Falling Slowly - Glen Hansard
14. Falling in Love at A Coffee Shop - Landon Pigg
15. Misguided Ghosts - Paramore
16. Nick and Norah's Theme Song - Mark Mothersbaugh
17. Not Myself - John Mayer
18. One Sweet Love - Sara Bareilles

Enjoy! :D

Tuesday, October 11, 2011

Blessed

(exclusively for Grasya)

Verse 1:
Waking up to a silent early dusk
To start the day with the prayer
Let me say my gratitude to still have a chance
Have peace in my heart, guidance to go through

Bridge:
I used to be in sorrow
Feel lost and all in pain
I used to feel so far away
I washed my soul and bow my head to the ground
I found my way back

Reff:
In the name of Allah
The Most Gracious The Most Merciful
In His name we're calling
The best we're deserving
All you're looking out in prayers
Never doubt any answers
As long as you stay on His way
All you'll get is be blessed

Verse 2:
His arms are surrounding us
To give hopes and lights within us
No more darker days, only sunshine
What have you done, for He has been so kind

Bridge

Reff

Interlude

Reff

Saturday, September 24, 2011

Touch

That's when my day goes by
As the sun dropped to the moon
As the wheels run through the road
As you walked into me

When I put my hands on you
When the sounds were so deep
When your eyes captured mine
We're going so low

Silent mist, sleep and sound
Wet and careless in my arm
If you could touch the soul inside
If you could touch the sounds upon
If we can touch, if we can touch

A second feels like forever
No one could stop this speed of soul
Can you just hold on to it
Just one touch and everything's changed

Cry, silent, cry, silent
Sun to the twilight to the moon
Rain, mist, feels like morning dew
This is the day this is the night
And I touch the looks, touch the ground, touch the sky, touch my breath, touch the frost, touch his cry, touch his smell
But there's no you,
No you to touch

Friday, September 09, 2011

Never Regret

I was on my lowest point
Feeling unwanted and abandoned
Torn in misery and tearful drops
Wishing my day could be any better

We rise and shine at the very dusk
Sweet, for my heart surrender to you

Never regret, the first day I know you
Never regret, for everyday spent with you
Grateful, for all the love that showered me
Grateful, you are my best decision

Our worlds collide, dear
Into one dream ahead of us
Journeys await, round for miles
You had me, everything's bright and beautiful

Everyday's a surprise
Never need to reappraise
Never need to dream anymore
As he walks to my front door
and knock my shattered heart

Monday, September 05, 2011

KOPI

Bersama kawan tersayang kududuk
Bersiap saling mencurahkan hati
Ditemani kopi hitam panas kental
Biar hangat aromanya berikan suasana

Kusuka kopiku dengan sedikit gula
No susu no cream
Hitam
Segelap malam
Sekelam piano di rumah
Selegam rambut basah

Hendak kusesap kopiku
Pelan, kukulum sejenak
Biarkan pahitnya mengaliri leherku
Biarkan rasanya menari menyeruak

Di tiap sesap ada cerita
Seru kami tertawa
Tergelak apabila perlu
Merenung mengawang 'tuk mengenang

Kopi ini sudah dingin, kawan
Tapi ceritaku belum juga usai
Tenang saja, malam masih panjang
Aroma kopi ini tetap menemani
Tetap memberi kehangatan