Friday, December 27, 2013

Survey Surveeeeey! Survey Outdoor Venue

Hello again! As we told you on my last post that I want to have a garden, picnic wedding, I browsed and googled many outdoor venues available in Bandung. After browsing and googling, we visited those venues to see it with our own eyes and talk directly to the manager. Here we go..

Start from here, I'm gonna write in Bahasa. Pardon my inconsistency :D

Harga-harga yang tertera di bawah ini ialah per 20 Desember 2013 dan per 23 Desember 2013. For detailed contact and pricelist, just contact me :)

1. Masjid Nurul Jamil
Dari browsing dan googling, saya jadi tahu kalo biaya sewa venue-nya lumayan murah! Jadi dia easily jadi prioritas pertama kami dalam survey venue.

Di Masjid Nurul Jamil kami bertemu dengan Pak Suhanda. Ternyata bener, harga sewa nya MURCEE, Rp. 3.750.000,- sajah sodara-sodaraaa ! Dan di tanggal-tanggal yang kami incar (sekitar April-Mei-Juni) sudah mulai penuh, yang berarti, peminatnya buanyaak! Nah lho, buruan yang mau di sini!

Kalo venue nya sendiri bagaimana? Naah, di Masjid Nurul Jamil sendiri terdapat beberapa area, masjid, taman belakang masjid, taman rumput depan, area parkir. Harga sewa yang 3.75 juta itu mencakup seluruh venue. Menurut Pak Suhanda, taman rumputnya sendiri dapat menampung 500 orang, tapi kalau mau pake area parkir juga katanya bisa aja nyampe 1000 orang. Tapi yakin mau mengurangi kenyamanan parkir tamu-tamu? Oh ya, ruang rias juga ada, terdapat 2 ruang, masing-masing berukuran 3x4 m.


Eh, ada si Abang ;)
Lokasinya mudah dicapai.  Beberapa meter dari Hotel Jayakarta ada belokan ke kiri, Jalan Bukit Dago Selatan. Nah taman rumputnya langsung di pinggir jalan gitu. First impression kami sih keliatan kosong banget tamannya, walaupun rumputnya lumayan rapi. Apalagi ga ada pagar yang membatasi taman rumput dengan parkiran mobil dan jalan. Yang artinya, budget dekornya kudu agak gede buat at least 'mempagari' dan 'mengisi kekosongan'. Belum lagi mereka tidak menyediakan meja kursi. Buntut-buntutnya ini mah,  keluarnya gede-gede juga. Heu.
Tuh, dari parkiran kebuka banget kan?
2. Burgundy Dine & Wine
Jadi kan ceritanya Masjid Nurul Jamil udah di Dago Atas tuh, pikir saya sih biar sekalian mau nyoba lihat resto Burgundy juga di Dago Giri. Habisnya penasaran banget sama resto ini. Jadi, kami menyetir ke arah Dago Giri, naik teruuuus teruuuuuus sampe ketemu plang Pramestha Resort & Burgundy ke arah kanan. Berbeloklah kami. Di jalan yang rindang itu kami berdua sempet ber'wuiiih' karena melihat rumah yang keren banget. Haha atuh kasihan kami norak :p sampai lamaaa menelusuri jalan itu kok mikir "mana Burgundy-nya? Lha kok malah ketemu gerbang keluar?". Ternyata setelah bertanya pada satpam di situ, Burgundy nya keluar lagi, Bu, ke depan, terus belok kanan. Iya'elaaah Lembang Lembang juga ini mah. Haha. Sekali lagi maafkan kami yang kurang wawasan.

Oke, setelah nyampe dan parkir, pikiran pertama kami memang KERRREN EDYAAN tempatnya. Pasti mahal. DAN MEMANG MAHAL. Ga nyampe lah budget kami-kami yang kere ini. Tapi, biasalah saya, gaya-bak-orang-kaya-dulu-mampu-belakangan, nanya ini itu ke Mbak Wiwin yang ramah dan dikasih pricelist nya. Muka sih "ooh" dalam hati "syet dah woii mahal bener". Paket paling murah aja Rp. 200.000/pax pake PLUS PLUS dengan fasilitas minim. Duh, terlalu mewah buat kami. Oh ya, tiap paket termasuk minimal 1 botol wine lhoo. Terima kasih, kami mah teh tubruk tawar aja. Dan sebenarnya dapat menginap 1 malam di Burgundy Cottage. Untuk kalian yang tertarik pricelist Burgundy, you know where to reach me.

Huhuuu tsakeps sekali pemandangannya :'''(

Mengingat minimnya fasilitas yang dikasih, jauhnya lokasi, dan sederet alasan dibuat-buat lainnya, kami memutuskan untuk mencoret venue ini.

3. Trees Cafe
Lokasi Trees Cafe juga lumayan mudah dijangkau sih, deket banget sama PVJ, di Jl. Bungur. Nggak orang Bandung, nggak turis taulah yaa PVJ di mana. Walaupun strategis begitu, jaminan Sabtu Minggu pasti macet. 

CP nya bernama Bu Santi. Tapi waktu kami kemarin ke sana, si Ibu lagi nggak ada, dan kami ngobrol dengan marketing nya yang lain, yang saya pun lupa namanya hehe. Sewanya Rp. 17.000.000,- venue ajah. Kapasitas kalau nggak salah 500 orang. CMIIW. Yang kami lumayan suka, rindang suasananya, banyak pohon. Terus ada rumah joglo, dan kursi-kursi jati yang boleh kami pakai. Kalau parkir sendiri mereka bekerja sama dengan Hotel Karang Setra dan Mess Tentara di samping venue.


Lagi-lagi, masih kurang nampol di hati. Selain membayangkan jauhnya harga sewa di sini dengan Masjid Nurul Jamil yang cuma 3.75 juta, yaa nggak klik aja gitu. Okelah lanjut dulu.

4. Summer Hills Hotel
Tahu ada hotel ini pas zaman dulu tea pernah iseng ke pameran wedding terus disodorin voucher potongan harga kamar hotel ini. Voucher nya masih ada tuh, ga kepake-pake. Udah expired juga meureun hahaha. Tertarik ke sini karena di foto-foto di brosurnya keliatan cantik taman rumputnya. Ya udah yuk coba lihat dulu.

Menuju lokasi hotel ini agak PR rupanya. Alamatnya sendiri di Jl. Setrasari Raya No. 10. Bisa diakses dari Geger Kalong atau dari Sukajadi. Jalannya kaya masuk kompleks gituuu, terus jelek gerudukan lagi. Pas sampe hotelnya, ternyata kompleks hotelnya keciiiil. Tamannya pun ga sebesar yang terlihat di brosur. Haha kena trik kamera. Sebenarnya kayanya bakal lumayan cantik sih kalau didekor, ada kolam renang dan rumah joglo nya juga gituuu. Kapasitas 500 orang cukup kayanya. CP dan pricelist wedding package ada di email saya. Tinggal forward pokoknya. Hehe. BTW, maaf ga ada foto, kehapus :( hiks. Kalau kalian googling nemu sih, insha Allah, hehe.

Yah, well, pokoknya hotel ini ga memberikan kesan mendalam lah buat kami. 

5. Bumi Samami
Sebenarnya tadinya nggak mau survey sini sih, soalnya temennya Fahma udah ada yang nikah di sini. I know, laaaame reason, sok-sok nggak mau keliatan kaya' yang ikut-ikutan gitu deh. Haha. Tapi waktu saya, mama, dan adek mau ke arah salon Humaira, yang notabene di Jl. Tubagus Ismail, kan lewat tuh Bumi Samami, tinggal belok dikit ke arah perumahan dosen Unpad, Cigadung. Yaudah deh kami coba mampir ke situ. Oh ya, ini Fahma udah balik ke Tembagapura lagi, jadi dia terima segala update via Whatsapp, hihi. 

Masuk kompleksnya, mama dan adek langsung naksir! Ya gimana nggak, langsung disambut taman luas nan hijau begitu. Saya pun ngobrol dengan Pak Teddy. Ramah banget nget orangnya, pake ngasih saran dekor dan catering segala lagi. Service ciamik lah!

Jadi area yang bisa dipakai ada 2, mini golf (1000 orang), dan pool side (500 orang). Harganya sama, Rp 18.000.000,- kalau siang, Rp 19.000.000,- kalau malam. Ask me for more detail ya, fasilitas yang didapat, yang jelas dapat kamar pengantin (concern gue banget. Malam pertama getooh :p ). Mereka juga menyediakan wisma buat disewa juga lho. Parkir sendiri muat untuk sekitar 150 mobil

Nah jadi mereka itu hanya menyewakan dalam sehari 1 event saja, untuk menjaga kenyamanan klien dan tamu. Walaupun, tetep izin mengadakan acara tetap hanya 6 jam. Teruus, kalau misalkan sewa mini golf, boleh aja kelayapan ke area lain, dengan catatan, yang didekor dan pusat aktivitas tetap berada di area yang disewa.

Yang bikin saya terkesan sih, mereka benar-benar profesional menangani acara-acara wedding, udah biasa banget kayanya. Tenang lah, berurusan dengan mereka. Mama pun sebenarnya udah semangat banget mau langsung DP ini venue, apalagi tau bookingan nya udah rameee banget, nyaris penuh. Mengingat bedanya cuma sejuta sama Trees Cafe, jadi berasa worth it banget ini venue.

Cuma sempat mikir, iya sih naksir banget sama mini golf nya. Tema piknik dapet banget sih di taman ini. Cumaaa, sepertinya agak sedikit terlalu luas dibandingkan dengan rencana tamu kami yang hanya 300an orang. Walaupun sejak pulang dari Bumi Samami langsung kebayang-bayang, berasa fix banget bakal di sini. Hehe. Oh iya, kalau mau lihat foto-foto Bumi Samami bisa langsung ke website nya ya, klik di sini.

6. Rumah Kebon Cengkeh (RKC)
Here's the real contender! Jadi sehabis browsing blog-blog wedding liat-liat review venue dan catering, kebaca deh satu nama: RUMAH KEBON CENGKEH. Langsung inget, ah iyaaaa lupa banget mau survey venue ini, soalnya sempet penasaran sama foto-fotonya yang keliatan caem di website nya. Terus buka facebook nya (Rumah Kebon Cengkeh) ngeliat foto-foto yang mereka upload, iiiih kok cantik?! Langsung deh email Ibu Nani, CP sekaligus pemilik RKC. Waktu liat pricelist wedding package nya, wuaaah masih terjangkau! Paketnya minimal ambil 4 item terdiri dari venue, penginapan, dekorasi, sound system, catering, entertainment, paket foto, dan make up. Saya, Fahma, dan mama tertarik Paket Pernikahan 2 yang isinya venue, penginapan, dekorasi, sound system, dan catering, senilai Rp 34.500.000,-/ 200 pax. Kalau mau lebih dari 200 pax tinggal tambah aja Rp 57.500,-/pax. MASIH TERJANGKAU! Saya sempat ragu kualitas catering dan dekorasi yang rekanan. Menurut beberapa orang yang sempet review di blog wedding mereka, catering nya walaupun sederhana tapi ENAK! Dekorasi nya juga lumayan kok, katanya si rekanan dekornya enak diajak ngobrol. Bismillah deh.

Langsung saya sms Ibu Nani nanya kapan bisa berkunjung. Setelah janjian, saya ngajak calon Ibu Mertua dan calon adik ipar, si Syifa ikutan lihat RKC :D. Kami pun janjian langsung di RKC. Di sini saya agak deg-degan karena memang belum pernah ngobrolin konsep acara pernikahan yang saya mau dengan Ibu Camer. Wong pertemuan keluarga aja belum. Tapi sampai sini dan kami semua benar-benar naksir berat dengan suasana RKC, keraguan saya hilang. Ternyata kami semua kompak dengan ide santai dan laid back, dan semua orang harus duduk, kalau perlu lesehan (piknik gitu, lesehan yo ra po po tho?)

Dreamy, beibeeh! 

Kemunculan sejenak Syifa di blog ini :D
Di situ kami menyatakan 'ketertarikan sangat'nya kami dan tanggal yang kami mau pun available! Nah sayangnya kan ga ada 'Bapak-bapak' yang tetap harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan tanggal acara. Jadi keputusannya, booking akan di-pending sampai dapat approval dari kedua Papa. Kalau sudah dapat, langsung telepon Ibu Nani (yang SUPER DUPER RAMAH) dan DP dibayar via transfer.

Kami sekarang belum DP, dan pingin cepet-cepet booking karena takut keambil orang. Ayo Papa-Papa, segeralah jawab kami! Tapi fix sih, keputusan venue adalah di RKC! Karena venue insha Allah  di sini, detailed review ntar-ntar aja juga gapapa kan? :D



Tuesday, December 24, 2013

Update! I'm getting married!

So yeah, I'm getting married! :D I was proposed by a friend, FAHMA TAFWIDLA to be exact, knowing that we finally realized that we are each other's The One. Eheeuy.

Inspired by many wedding blogs that already helped me plan each little pieces of wedding preparation, I might as well start my own. But instead of making a new blog, I will continue it in my own, dusty, long lost blog :p

THE PLAN
I've been dreaming to have a garden themed wedding that's warm, full of love, full of laugh, and I can enjoy it together with my family and closest friends without having to stand on the 'pelaminan' only watching :(  NO!
Thank God, my mother had the same thought! Fyuuuh... So my plan is to have an outdoor, morning wedding and the theme will be SUNFLOWERS AND NAVY BLUE PICNIC WEDDING. We wouldn't be standing on 'pelaminan' (as in mingling), and we will only invite about 300 people. PEOPLE not invitations. Get what I mean, right?

But so far, my parents and Fahma's parents haven't had an actual meeting. WHAT?! Fahma works in Tembagapura, Papua, my parents also live there, and while Fahma's mother lives in Bandung, his father works in Takengon, Aceh! Therefore, we only have limited time. Ah yes, I also forget, Fahma's brother lives in USA. Rrr, that's something to be considered too. So yeah, we haven't decided on the date yet. 

BUT, we do have a progress :D 

THE PROGRESS
We already ordered wedding rings! Yayyy! We ordered them through Laris Jewellery, Jl. Sukajadi Bandung on December 7th and expecting them to be finished on February, but guess what? They just called in today telling us that our rings are finished! That was fast! I need to see if the ring looks exactly like I wanted and if it fits my finger. Yeah, ga buru-buru kok.

Here's our wedding ring, taken from my instagram.


This was actually pretty funny. We only planned to 'liat-liat dulu' but looking at those gorgeous rings, I just can't stand it. We chose these rings and tried them on our fingers. Oh God, they look beautiful, simple, but pretty, just like what we wanted. But the price is too high. Telling you what, the 'Cici' the owner is a God-damn-good seller. She did everything she could to reduce the price and those 'rayuan maut' were killing us. So there, we ended up with a good, affordable price, and Fahma paid the DP. 

Outside the store, we were looking at each other, the bill in my hand. He said "Kita beneran nikah nih ya?", then we laughed. I can't believe it either :D

Brides and grooms to-be, if you are in Bandung, I would recommend to buy your wedding rings in Laris Jewellery. :)

Another progress, later ok? Just stay tuned ;)

Friday, December 30, 2011

Semeru, Benarkah Ini Pembuktian Diriku?

Catatan: Maaf, saya mungkin tidak akan membuat catatan perjalanan yang begitu lengkap. Saya rasa, kalau mencari catatan perjalanan yang lengkap beserta itinerary dan rincian biaya dapat dicari di Google dan ada banyak sekali blog yang jauh lebih informatif. Di sini saya hanya akan menceritakan perasaan dan pengalaman saya saja, untuk memotivasi teman-teman sekalian. Dan memotivasi saya sendiri.

Saya adalah seorang yang sebegitu tidak tahannya dingin, punya otot paha yang lemah, dan stamina yang begitu jelek, ketika menulis ini saya sedang berada di atas kasur empuk berselimutkan selimut bau khas nan hangat, kadang masih tidak percaya kemarin masih menggigil kedinginan kena terpaan angin di Semeru. Apa jadinya saya bersama 8 orang anak Teknik Industri ITB 2008 (Akmal, Dimas, Fakhry, Topik, Fajrin, Irvan, Ajeng, saya) dan 1 bocah Bogor (Rifqi) dalam Ekspedisi Mahameru akhir tahun ini?

Saya sedang berdiri membeku di tepi Ranu Kumbolo sementara para pria mendirikan tenda, menyadari bahwa jas hujan celana saya sudah robek di berbagai tempat, mengakibatkan celana pun basah-basah juga akhirnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 dan kami sedang bersegera menyiapkan tenda dan makanan agar bisa segera istirahat. Kami telah menempuh 6 jam jalan kaki dari Ranu Pani melewati jalur Watu Rejeng untuk mencapai Ranu Kumbolo. Saat mencapai Pos 2, langit sudah gelap menyebabkan kami harus mengeluarkan senter dan berjalan ekstra hati-hati agar tidak celaka. Cobaan mental pertama bagi saya adalah ketika mencapai Pos 4. Lampu-lampu dari tenda di pinggir Ranu Kumbolo sudah berkedip-kedip memanggil, ah rasanya hanya segapaian tangan. Tapi ternyata kami tetap harus mengambil jalan memutar berupa turunan licin untuk mencapai pos Ranu Kumbolo. Berkali-kali wajah saya tertampar daun dan ditusuk tetesan hujan, tapi saya tidak peduli. Kami nyaris berlari melihat bangunan pos Ranu Kumbolo dan segera mencari spot kosong untuk mendirikan tenda. Malam itu saya dan Ajeng masih gagal memasak 1.5 kg beras menjadi nasi kering. Akhirnya kami makan malam dengan roti, mie, dan sarden, plus kopi dan STMJ panas. Kasihan sekali pacar saya, Fakhry, yang mengurung diri dalam sleeping bag karena kedinginan akibat baju yang dikenakannya basah oleh keringat. Kami membiarkannya menghangatkan diri dulu sambil minum Tolak Angin. Dia tak mau dipaksa makan karena takut muntah.

Sepanjang malam saya tidak bisa tidur, hanya berguling-guling saja dalam sleeping bag. Antara kedinginan atau karena suara para pendaki lain yang riuh mengobrol di tenda-tenda mereka. Yang jelas saya memberanikan diri keluar tenda pukul 05.35 keesokan harinya masih dalam pakaian tidur lengkap (1 kaos thermal, 3 lapis kaos, 1 flanel, 1 jaket, 1 celana thermal, 1 celana, syal, kupluk, 2 lapis sarung tangan, kaos kaki tebal, dan kaos kaki wol) dan menyaksikan pemandangan mistis di depan pintu tenda: tenda berada 2 meter dari tepi danau sementara kabut nan putih menggantung misterius di atas danau. Aktivitas sudah mulai ramai di sekitar danau. Wudhu, mencuci peralatan makan, atau sekedar mengobrol menghangatkan diri. Saya dan Akmal pun mulai bersiap-siap memasak sarapan. Saya berniat memasak Orak-arik Kornet. Berikut resepnya:

Orak-arik Kornet

1 kaleng kornet
4 butir telur
1/2 buah bawang bombay, cincang
1 sendok makan mentega
Worchestershire Sauce (kecap Inggris) secukupnya
Lada secukupnya

Cara membuat:
1. Tumis bawang bombay dengan mentega hingga layu dan harum.
2. Masukkan kornet, masak hingga kecoklatan
3. Pecahkan 1 buah telur, aduk hingga merata.
4. Bumbui dengan kecap inggris dan lada. Masak hingga kecoklatan.
5. Buat scramble egg dengan sisa 3 butir telur
6. Campur scramble egg dengan kornet.
7. Hidangkan bersama kawan tercinta.

Pukul 07.00 kabut sudah mulai naik, menyajikan pemandangan Ranu Kumbolo yang spektakuler. Pemandangan berupa 2 buah bukit dan langit biru tercermin sempurna di permukaan danau yang jernih. Saya pun meninggalkan 'pakaian manja' saya dan mengenakan 1 lapis kaos tipis dan celana kargo karena hawa mulai menghangat. Lalu saya memberanikan diri menggulung celana hingga paha dan mencelup kaki ke danau untuk mengambil air dan mencuci peralatan makan. Awalnya dinginnya menusuk hingga ke tulang, membuatku menjerit. Akhirnya lama-lama saya menikmati kesegaran airnya dan bolak balik masuk air untuk mencuci dan minum. Di pinggir danau pun penuh orang-orang yang memancing padahal saya belum melihat ikan satupun.

Sunday, November 27, 2011

Cruising Songs

What's a cruising song? By my 'silly definition' it means song that I enjoy listen while in a car, or shuttle transport, or bus, or train (yes, land transportation) sitting by the window, watching beautiful sceneries flashing by. Sounds melancholy? Yeah, kind of. Most songs in this lists are accoustic-guitar-based.

You know what? You could also name this list 'Backyard Song' to listen while sun-bathing in your own backyard with sunglasses on. Or 'Roof Top Song'. Whatever. Any situation that makes you drown in your own thoughts while being in the great outdoor.

Too much chit-chat, so here's the list:

1. Coffee - Copeland
2. Great Romantic - Tunde Bayou
3. Always - Panic! At The Disco
4. Sleep with Butterfly - Tori Amos
5. Say - John Mayer
6. Pilihanku - Maliq n D'Essentials
7. 3 Hari tuk Selamanya - Float
8. From Where You Are - Lifehouse
9. Passing The Hours - Tunde Bayou
10. Don't You Worry 'bout The Thing - John Legend
11. Rollerblades - Eliza Doolittle
12. Bubbly - Colbie Caillat
13. Falling Slowly - Glen Hansard
14. Falling in Love at A Coffee Shop - Landon Pigg
15. Misguided Ghosts - Paramore
16. Nick and Norah's Theme Song - Mark Mothersbaugh
17. Not Myself - John Mayer
18. One Sweet Love - Sara Bareilles

Enjoy! :D

Tuesday, October 11, 2011

Blessed

(exclusively for Grasya)

Verse 1:
Waking up to a silent early dusk
To start the day with the prayer
Let me say my gratitude to still have a chance
Have peace in my heart, guidance to go through

Bridge:
I used to be in sorrow
Feel lost and all in pain
I used to feel so far away
I washed my soul and bow my head to the ground
I found my way back

Reff:
In the name of Allah
The Most Gracious The Most Merciful
In His name we're calling
The best we're deserving
All you're looking out in prayers
Never doubt any answers
As long as you stay on His way
All you'll get is be blessed

Verse 2:
His arms are surrounding us
To give hopes and lights within us
No more darker days, only sunshine
What have you done, for He has been so kind

Bridge

Reff

Interlude

Reff

Saturday, September 24, 2011

Touch

That's when my day goes by
As the sun dropped to the moon
As the wheels run through the road
As you walked into me

When I put my hands on you
When the sounds were so deep
When your eyes captured mine
We're going so low

Silent mist, sleep and sound
Wet and careless in my arm
If you could touch the soul inside
If you could touch the sounds upon
If we can touch, if we can touch

A second feels like forever
No one could stop this speed of soul
Can you just hold on to it
Just one touch and everything's changed

Cry, silent, cry, silent
Sun to the twilight to the moon
Rain, mist, feels like morning dew
This is the day this is the night
And I touch the looks, touch the ground, touch the sky, touch my breath, touch the frost, touch his cry, touch his smell
But there's no you,
No you to touch

Friday, September 09, 2011

Never Regret

I was on my lowest point
Feeling unwanted and abandoned
Torn in misery and tearful drops
Wishing my day could be any better

We rise and shine at the very dusk
Sweet, for my heart surrender to you

Never regret, the first day I know you
Never regret, for everyday spent with you
Grateful, for all the love that showered me
Grateful, you are my best decision

Our worlds collide, dear
Into one dream ahead of us
Journeys await, round for miles
You had me, everything's bright and beautiful

Everyday's a surprise
Never need to reappraise
Never need to dream anymore
As he walks to my front door
and knock my shattered heart

Monday, September 05, 2011

KOPI

Bersama kawan tersayang kududuk
Bersiap saling mencurahkan hati
Ditemani kopi hitam panas kental
Biar hangat aromanya berikan suasana

Kusuka kopiku dengan sedikit gula
No susu no cream
Hitam
Segelap malam
Sekelam piano di rumah
Selegam rambut basah

Hendak kusesap kopiku
Pelan, kukulum sejenak
Biarkan pahitnya mengaliri leherku
Biarkan rasanya menari menyeruak

Di tiap sesap ada cerita
Seru kami tertawa
Tergelak apabila perlu
Merenung mengawang 'tuk mengenang

Kopi ini sudah dingin, kawan
Tapi ceritaku belum juga usai
Tenang saja, malam masih panjang
Aroma kopi ini tetap menemani
Tetap memberi kehangatan